Jumat, 03 Desember 2010

Kesetiaan


terlahirlah seorang bayi kembar,cantik, dan mungil.tapi sayang, kebahagiaan itu menjadi buyar ketika seorang dokter menyatakan bahwa bayi itu adalah bayi kembar siam.
seorang ibu yang meneteskan air mata, memeluk anaknya dan berkata "tak apa kalian terlahir seperti ini, tapi akan kucurahkan semua kasih sayang ku untuk kalian".
kesedihan itu menjadi tak karuan ketika dokter menyatakan bahwa bayi siam ini tak mungkin dapat bertahan lama.
namun ibu itu terus berujar seolah memberi kekuatan kepada anaknya itu,
"mereka pasti kuat".

***

dan memang benar, keajaiban itu terjadi, kini mereka telah tumbuh besar, dini dan dina kini tumbuh menjadi pribadi yang penuh dengan semangat, tak peduli
apapun keadaan mereka, tak peduli betapa banyak ejekan yang mereka terima, tapi mereka merasa bahwa mereka sama seperti yang lainnya.
setiap harinya mereka lalui bersama, bahkan setiap detik mereka slalu bersama.
"aku senang memiliki kakak seperti mu, kamu selalu melindungi aku ketika ejekan dan tatapan menghina menghampiri ku", ujar dina.
"begitu pun juga aku, senang rasanya mempunyai adik seperti mu"
"aku janji kak, kita akan lalui hari sama-sama, sampai nanti kita dewasa, sampai nanti kita mati" kata dina yang meneteskan air mata .
"ya".

***

hampir 17 tahun mereka bersama, namun keanehan mulai terjadi ketika dina sering merasa kesakitan di bagian jantungnya.
ketika itu pula mereka tahu bahwa mereka harus melakukan operasi pemisahaan tubuh mereka, karena kalau tidak, keduanya dapat tidak terselamatkan.
"semoga operasi ini dapat berjalan dengan baik kak, aku tidak sabar untuk itu"
"semoga impian itu jadi kenyataan".
isakan tangis tiba-tiba terdengar dari pintu luar,
"itu suara ibu, apa yang terjadi?"
lalu ibu mereka ditemani seorang dokter yang akan melakukan operasi memasuki kamar mereka.
"maafkan ibu, ibu tidak tahu harus bagaimana".
"ada apa bu, apa yang terjadi?"
"hanya satu orang saja yang bisa terselamatkan, dan sangat kecil sekali operasi ini berhasil menyelamatkan keduanya", ucap seorang dokter.
"kalau begitu, selamatkan saja kakak ku, dia sudah banyak bekorban untuk ku, dia telah menjadi semangat ku untuk hidup, lebih baik aku yang mati daripada harus hidup terpisah dari kakak ku, ku mohon dokter selamatkan saja dia, jangan pikirkan aku", pinta dina.
"tidak dok, kami ini satu, 17 tahun bersama.itu tidak mudah untuk kami berpisah,
kemungkinan kami selamat dari operasi ini memang kcil, tapi sekecil apapun kemungkinan itu, ada harapan didalamnya untuk terkabul, apapun yang terjadi itu akan menjadi yang terbaik untuk kami nantinya", bujuk dini yang terlihat lebih tegar menghadapi ini semua.
"maaf, tapi ini sangat beresiko, apa kalian yakin?".jawab dokter itu.
"kaka, relakan saja aku, percayalah kak, aku akan selalu hidup di hati mu, aku akan selalu bersama mu", mohon dina yang dari tadi hanya menangis
"lupakah kamu kepada janji kita, kita harus tetap bersama, apapun yang terjadi, bahkan sampai mati pun kita harus bersama, jangan kau ingkari janji itu din"
"ibu hanya bisa berdoa untuk kalian, agar secepatnya kalian merasakan kebahagiaan, dan semoga operasi ini adalah salah satu jalannya, ibu ikhlas jika kalian memang harus pergi".

***

keputusan itu telah disepakati, dan operasi akan dilakukan.
8 jam sudah dokter bertugas di ruang yang tertutup itu, tak hentinya ibu berdoa semoga anaknya bisa selamat.ketika suara pintu berbunyi, dan bunyi langkah sepatu menuju arah ibu yang sedari tadi menunggu dengan sabar di sebauh bangku tunggu.
"ini semua takdir tuhan bu, Dia yang mengatur semua, dan mungkin ini adalah cara terbaik-Nya untuk membuat kedua putri ibu bahagia.
kami telah berusaha bu, namun sayang mereka telah pergi bu, mereka berdua tidak terselamatkan", jelas seorang dokter yang masih mengenakan masker putih itu

***

dini dan dina telah pergi, rasa kesetiaan itu dipertahankan mereka sampai mati.
kini, mereka telah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya disana.
tidak ada lagi kesakitan, tidak ada lagi ejekan, dan bahkan tatapan hinaan.
mereka terlahir dengan tidak sempurna, tetapi kesetiaan dan kebersamaan itu yang membuat mereka sempurna, bahkan lebih sempurna dari yang lain...