17 Maret 2005 adalah hari dimana aku harus kehilangan sosok seorang nenek yang selama ini aku sayang.
nenek yang selalu memberikan kehangatan kasih sayangnya, selalu mengajari aku untuk menjadi anak yang baik, dan selalu memberikan aku nasihat yang sangat luar biasa maknanya.
saat itu, aku masih SMP, sekitar jam 5 pagi terdengar jeritan dari mama yang baru saja bangun tidur,
dan sponta kami (aku, adik ku, dan papa) keluar kamar dan menghampiri mama.
saat itu, kami melihat tubuh nenek yang terbaring di depan kamar kami.
kami semua sangat panik pada saat itu, lalu papa menggotong nenek ke tempat tidur,
aku melihat mukanya sangat pucat, badannya dingin, dan kaku.
"innailahi, nenek udah gak ada". kata papa yang sembari memegang nadi tanggannya.
kami semua menangis histeris, memeluk nenek, dan mencoba membangunkannya.
dan mama yang ketika itu tengah hamil 8 bulan, sempat lemas dan hampir pingsan.
kami semua sangat kehilangan nenek, mama pada saat itu tidak bisa menahan kesedihan,
dan mengalami pendarahan, dan sempat di rawat.
4 kali mengalami pendarahan dan bolak balik rawat inap di rumah sakit membuat kami semua sangat takut untuk kehilangan orang yang kami sayang untuk kedua kalinya.
tapi alhamdulillah, adik bayi nya( sekarang berumur 7 tahun) sangat kuat dan berhasil di selamatkan, begitupun dengan mama.
kali ini, aku akan bercerita sedikit kenangan bersama nenek.
nenek orangnya sangat baik, walaupun suka "ngambek".
aku kecil bersamanya sampai SMP, dia tahu makanan favorit aku dulu, yaitu semur telur jagung manis.
kalau nenek masak itu, pasti aku selalu nambah, haha.
1 kenangan lagi, nenek selalu menggaruk punggungku sebelum tidur, dan membuatkan aku susu coklat.
kangen banget kalau inget ke masa itu.
oia, nenek orangnya sangat baik kepada orang yang tidak mampu,
sempat waktu itu ada tukang pemulung, nenek menyuruhnya masuk rumah, membeikan makan, dan minum.
ada juga tukang es cincau, nenek selalu menjadi langganan setia, kata nenek waktu itu,
"kasian, panas-panas keliling gak ada yang beli".
temen-temen nenek rata-rata penjual keliling, dari mulai bakso, mie ayam, kue serabi, tukang kapuk, sampai sol sepatu.
makanya ketika mereka mendengar nenek udah gak ada, ada rasa kesedihan, bahkan diantara mereka ada yang sampai menangis.
aku ingat, 3 hari sebelum kepergian nenek, beliau sempat memasakan semur telur untuk ku, dan opor ayam makanan kesukaan adik ku.
tapi sayang itu terakhir kalinya aku mencicipi masakan nenek.
1 hal yang masih teringat oleh ku, nenek sangat tidak suka keramaian,
pernah aku mengundag sejumlah teman bermain di rumah, lalu nenek merasa terganggu karena berisik,
dan dia mulai mematikan listrik rumah, sehingga kami tidak bisa menonton tv, dan melemparkan bantal-bantal, juga membawa semua makanan dan minuman yang ada di rumah hahaha.
dan akhirnya teman ku pulang semua..
oia, kalau bulan puasa, nenek biasanya selalu nitip sajadah sama aku untuk solat taraweh,
dia maunya duduk di depan pojok dan harus dekat kipas angin,
kalau aku nakal, biasanya dia mencubit aku dengan jempolnya yang ada kuku panjangnya,
sakit banget rasanya haha.
kadang kalau aku dan adik ku dimarahi mama, nenek selalu membela kita, bahkan nenek sempat marah besar sama mama, kalau melihat aku dan adik ku menangis karena dimarahi mama.
nenek juga sering minta aku mencabuti ubannya,
ada cerita lucu, karena uban nenek banyak aku gak sabar mencabutinya satu-satu,
akhirnya aku memakai gunting untuk mencabut ubannya, niatnya supaya cepat,
tapi karena keenakan, aku terus menggunting sampe rambut nenek pendek sekali, dan botak di tengah kepalanya hahaha,
aku langsung di cubit, dan dimarahi.
oia nenek juga sempat masuk koran karena waktu itu ada tetangga ku yang hilang karena hanyut, tetapi jasadnya belum ditemukan.
nah, dilgelarlah pengajian, kebetulan nenek aku ikut, dan fotonya di pajang di koran.
bukan main senangya masuk koran, setiap hari beliau selalu bilang
"nenek masuk koran, nih nenek yang pake baju hitam".
masih banyak kenangan indah yang aku lewati sama nenek,
dan itu gak akan pernah terlupakan,
sekarang nenek udah tenang disana, dan aku akan selalu mengidolakannya.
makasih ya nek, atas semua yang udah nenek kasih ke aku,
dan sekarang aku sudah besar dan sudah mengerti banyak hal, dan nasihat nenek akan selalu aku ingat.
i love you nek,
and always miss you,
i wanna hug you, and see your smile.
semoga Allah mempertemukan kita lagi nanti,
aminn :')